Kulihat kau berdiri di pelupuk matakuMenyampaikan pesan waktuTatkala tatapan bertemuAku menangkap sejuta cahaya darimuCahaya ilmu kian merasuk ke benakkuBahkan aku berharap ia menjadi segumpal dagingKau pelita di hitam legamnya jiwakuLaksana tetesan air di gersangnya gurun pasirDuhai gurukuKau taman kehidupanBerjuta ilmu kau tanamkanTanpa lelah dan putus asaBerjuang mencerdaskan generasi bangsaKau mempunyai laut yang terpenuhi dengan mutiara-mutiara ilmuIzinkan aku melayarinya, sehingga matiku penuh ketenanganHidupmu penuh perjuanganMaka, tak berdosa jika aku memberimu gelar pahlawan

0 komentar:
Posting Komentar